Selamat Datang di Perpustakaan Umum Kabupaten Pamekasan

Membaca merupakan kebutuhan utama bagi setiap manusia, baik membaca text ataupun membaca linkungan disekitar kita. untuk itu perpustakaan umum kabupaten pamekasan merupakan salah satu wahana ilmiah untuk memperkaya wawasan intelektual. semoga dengan adanya perpustakaan ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat dan bisa membuat budaya membaca dikalangan anak-anak, orang tua atau masyarakat.

Profil Perpustakaan

Success Story

Peer Learning Meeting

Hari Buku, Perpustakaan Sediakan Buku Untuk Warga Pamekasan

 

 

 

PAMEKASAN, 23/4 (Media Madura) – Perpustakaan umum Pemerintah Kabupaten Pamekasan, menyediakan buku untuk seluruh warga Pamekasan, buku-buku tersebut akan diberikan secara gratis yang tertuang dalam program Bank Buku yang telah di launching hari ini, tepat pada perayaan hari buku nasional yakni tanggal 23 April, program tersebut bertujuan untuk memberikan buku, setiap satu jiwa akan mendapatkan 1 buku.

Kepala perpustakaan dan arsip Pemkab Pamekasan Akhmad Zaini mengatakan, pada awal tahun 2013 lalu, pihaknya mempunyai program untuk menyelamatkan buku-buku kuno tentang Madura, dalam perjalanannya, banyak mendapatkan apresiasi dari masyarakat sehingga perpustakaan terbesar di pulau Madura itu, mendapatkan sumbangan buku-buku kuno yang berbentuk tulisan kuno, foto copy buku tentang ke Madura-an, dan berbagai buku kebudayaan Madura yang sudah sangat sulit dibaca.

“Karena buku-buku yang diberikan kepada kami itusangat langka dan kondisinya sudah tidak layak untuk dibaca, sehingga kami mencetak ulang khusus untuk arsip Perpustakaan,” katanya kepada sejumlah wartawan saat ditemui di Perpustakaan milik Pemkab Pamekasan Jalan Jokotole. Rabu (23/04/14) pagi.

Dikatakan, pihaknya telah mendapatkan sumbangan berbagai jenis buku oleh berbagai pihak termasuk sejumlah perguruan tinggi yang ada di Indonesia, termasuk buku-buku tentang ke Madura-an yang sudah sangat lama hilang dari peredaran dan sudah tidak diterbitkan lagi, bahkan ada yang berbuntuk kertas foto copi.

“Semua jenis buku yang hendak disumbangkan ke Perpustakaan ini kami terima, dan nantinya akan kami kumpulkan untuk diberikan kepada seluruh warga Pamekasan yang membutuhkan, tetapi khusus untuk buku-buku kuno yang telah kami cetak ulang, akan menjadi arsip Perpus, bisa dibaca tidak boleh dibawa,” ulasnya.

Buku-buku kuno tentang Madura yang telah berhasil dikumpulkan oleh Perpus tersebut saat ini jumlahnya sebanyak 400 judul, diantaranya berjudul Mas Prawirotaroena, Kembhang tjampor bhabder, Mantja-barnah 11, Madoereesch leesboek dan ratusan judul buku lainnya. Tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia, buku-buku kuno tentang Madura tersebut juga ada yang berbahasa carakan, bahasa Belanda, bahkan Bahasa Prancis.

Zaini sapaan akrabnya juga mengatakan, banyaknya sumbangan buku itu berjalan secara alami dan tanpa direncakan sebelumnya.”Karena banyaknya masyarakat yang mempunyai kepedulian untuk menyumbangkan buku kepada kami, sehingga kami berfikir untuk melembagakan dengan bentuk program Bank Buku,” jelasnya.

Bank Buku, kata mantan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu, merupakan program pengumpulan buku yang nantinya akan didistribusikan kembali kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah itu.”Tidak semua warga Pamekasan mempunyai kemampuan untuk membeli buku, sehingga bagi warga yang mempunyai buku tidak terpakai agar disumbangkan, jadi subsidi silang,” urainya.

Zaini berharap, dengan program tersebut nantinya seluruh warga Pamekasan mempunyai buku untuk dibaca dan mempunyai ketertarikan untuk terus membaca buku sehingga Kabupaten Pamekasan menjadi gudang buku bagi bangsa Indonesia.(EA/MM)


Sumber:
http://mediamadura.com/hari-buku-perpustakaan-sediakan-buku-untuk-warga-pamekasan/

 

 

 

Perpusda Jadi Pusat Referensi Madura

 PAMEKASAN-Pengelolaan perpustakaan umum daerah (perpusda) terus mendapatkan respons positif dari masyarakat. Pengelola juga terus mengembangkan perpustakaan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan itu agar terus lebih baik. Tentu saja berbagai cara dilakukan oleh pengelolanya.

Salah satunya dengan digelarnya sarasehan dan temu tokoh yang dilaksanakan di aula perpusda. Dalam sarasehan itu, pengelola mengundang puluhan peserta yang terdiri  dari kepala Badan Perpustakaan Provinsi Jawa Timur, kepala Kantor Perpustakaan se-Madura, penulis, rektor, dan aktivis peduli tentang Madura.

Tentu saja, tujuan dan maksud agenda tersebut sebagai upaya untuk mendapatkan arahan dan petunjuk tokoh Madura terkait komitmen pengelola untuk menjadikan perpusda sebagai pusat referensi tentang budaya Madura. Kepala Perpusda Pamekasan Ach. Zaini menjelaskan, sejumlah buku tentang Madura saat ini berada di mana-mana. Menurutnya, jika dibiarkan, lambat laun buku-buku tersebut akan hilang dan sulit diketahui semua pihak.

Read more: Perpusda Jadi Pusat Referensi Madura

Perpustakaan Pamekasan, 1.302 Buku Hilang Klaim Tak Dikembalikan

PERPUSTAKAAN -Pengelolaan buku di perpustakaan umum daerah (Perpusda) Pamekasan memprihatinkan. Pasalnya. tercatat sebanyak l.302 buku yang hilang karena tidak dikembalikan oleh peminjam. Berdasarkan data perpusda. buku yang tidak dikembalikan tergolong cukup banyak. Bahkan. jika dikumpulkan mencapai dua rak buku (lihat grafis). Sementara. peminjam yang tidak mengembalikan buku mayoritas dari kalangan mahasiswa. Saat ini. para petugas perpusda kebingungan untuk mencari sulosi agar buku -buku tersebut bisa dikembalikan.

Meski data peminjam ada. namun mahasiswa mayoritas dari luar daerah yang sudah lulus kuliah. Kepala Perpustakaan Umum Daerah dan Arsip Akhmad Zaini membenarkan jumlah bukuyang hilang cukup banyak Pihaknya berharap agar peminjam yang merasa belum mengembalikan secepatnya mendatangi perpusda dengan membawa buku- buku tersebut. ”Langkah kita saat ini mencari tempat tinggal peminjam,” ujarnya.

Selain itu. Zaini -sapaannya- mengaku sudah menjalin kerja sama dengan pihak perguruan tinggi dan kepolisian. Sebab. bagaimanapun buku yang sudah dipinjam itu merupakan aset dan menjadi tanggungjawab perpusda “Kami hanya menginginkan di akhir 2013 buku-buku itu bisa kembali semua,” ujarnya. Diakui Zaini, petugas perpusda saat ini hanya memiliki 7.387 judul buku dan l4.l l9 eksemplar Tentu saja, kondisi itu masih kurang, karena ting- kat pembaca dan peminjam sangat tinggi “Kita sudah berupaya maksimal.” ujarnya. (radar)

Raih Penghargaan dari Gubernur, Perpusda Gelar Pameran Buku dan Lukisan

PAMEKASAN-Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Pamekasan, mendapat kado khusus dari Gubernur Jawa Timur. Perpusda Pamekasan dinobatkan sebagai salah satu perpustakaan terbaik di antara lima perpustakaan lainnya, yakni KotaSurabaya, Kota Batu, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Jember.Penghargaan itu diberikan dalam rangkaHari Jadi  (Harjad) ke- 68 Provinsi Jawa Timur.

Kepala Perpusda Pamekasan Akhmad Zaini mengatakan, penghargaan itu diberikan melalui Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf di Surabaya. Penghargaantersebut diberikan dengan tujuan untuk memberikan motivasi bagi lembaga pejuang minat baca yang sedang menjadi perhatiannya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Perpusda Pamekasan akhir-akhir ini kerap kali memperoleh penghargaan, baik tingkat provinsi maupun pusat. Pada bulan Juli lalu mendapatJuara V lomba Perpustakaan Tingkat Jawa Timur dalam seleksi lomba Perpustakaan Tingkat Nasional Perpusnas RI. Kemudian, Akhir Agustus lalu, memperoleh PerpuSuar Award  dari MarkPlus dan Coca-Cola Indonesia kategori promosi untuk meningkatkan grafik kunjungan dan minat baca.

Akhmad Zaini yang juga dosen Universitas Madura (Unira) ini menambahkan, semuapenghargaan itu hanya dijadikan suport dalam kinerjanya. ”Penghargaan ini secara dasarnya bukan  target dalam bekerja, kami hanya ingin melakukan yang terbaik untuk perpus,” ucapnya.

Menurutnya, tujuan utamanya adalah mewujudkan Kota Pendidikan di Pamekasan, melalui kecintaan pada buku. ”Kami menginginkan tradisi membaca menjadi budaya keseharian di tengah-tengah masyarakat sebagai pintu kemajuan Pamekasan,” ungkapnya. Dia pun mengatakan, di seluruh belahan dunia Kota Pendidikan adalah kota yang memiliki perpus serta mampu menjadi rujukan dan riset.

Sebagai wujud rasa syukur atas penghargaan itu, perpusda menggelar pameran lukisan dan bazar buku murah hingga 18 Oktober mendatang. Kegiatan itu dipusatkan di lantai dua perpusda.(advertorial)

Peringkat 5 Jawa Timur, Perpustakaan Pamekasan Cukup Bangga

KARIMATAFM – Madura, Pamekasan: Setelah melalui seleksi ketat dari Badan Perpustakaan dan Arsip Jawa Timur perpustakan Pamekasan akhirnya meraih peringkat 5 terbaik menyisihkan 5 perpustakaan yang tergabung dalam 10 besar terbaik Jawa Timur.

Akhmad Zaini Kepala Perpustakaan dan Arsip Pamekasan kepada karimatafm.com Jumat (21/06/2013) pagi bilang, seleksi penilaian perpustakaan itu dilakukan hampir 2 bulan. Mulai dari seleksi pertama hingga ke presentasi di Badan Perpustakaan Jawa Timur dan terakhir penilaian di lokasi perpustakaan secara langsung oleh tim Perpsutakaan Pusat bersama Tim Jawa Timur.

 Setelah kita presentasi bulan April lalu, pada bulan mei kita didatangi langsung oleh tim penilai, untuk mencocokkan dengan apa yang sudah kita presentasikan selanjutnya diumumkan tanggal18 Juni lalu,” Tuturnya.

 

Meski masuk peringkat 5 Jawa Timur Achmad Zaini mengaku bangga dengan prestasi tersebut, selain berhasil menyisihkan Kabupaten Malang dengan sejumlah sarana yang lengkap, sejumlah tim dan peserta lainnya mengaku salut. Sebab dengan dana Rp 205 Juta setahun bisa masuk 5 besar. Padahal mereka rata-rata harus menganggarkan dana minimal sekitar hampir Rp1 miliar per tahun.

“Yang jelas kami sangat bangga, karena sudah bisa masuk 5 besar se Jawa Timur, bahkan kita mengalahkan Kabupaten Malang, meski kalah dengan Kota Malangnya, tapi melihat keterbatasan dana, sejumlah pihak termasuk peserta lainnya mengaku salut dengan program kegiatan Perpustakaan Pamekasan,” Pungkasnya.

 5  besar perpustakaan terbaik se Jawa Timur tersebut yaitu peringkat 1 kota Surabaya, kota Malang, Kabupaten Tulungagung,  Jember dan Kabupaten Pamekasan. Sementara dengan prestasi itu pihaknya akan terus meningkatkan prestasi dan kegiatan yang bisa menarik minat baca dan warga Pamekasan untuk datang ke perpustakaan Pamekasan di jalan Jokotole tersebut. (Hendra/karimatafm.com)

 

Sumber:

http://www.karimatafm.com/peringkat-5-jawa-timur-perpustakaan-pamekasan-cukup-bangga.php

Page 5 of 5

Joomla templates www.joomlashine.com