Tebar Virus Literasi Bung Karno dan Pancasila di Pamekasan Madura

Berita Lainnya...

Pamekasan, Madura Jatim–Perpustakaan Bung Karno bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan, kembali menyelenggarakan Internalisasi Pemikiran Bung Karno yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pamekasan Raja’e yang dihadiri lebih dari 250 peserta yang terdiri dari para kepala sekolah, guru-guru, tokoh pesantren, mahasiswa pelajar,  komunitas gemar membaca dan penulis, budayawan dan beberapa dari unsur kedinasan kabupaten Pamekasan, Selasa (10/3) di Gedung Mandhepah Agung Ronggosukowati. Hadir pula dalam kesempatan itu mantan Wakil Bupati yang juga tokoh pendidikan Pamekasan Dr. Kadarisman Dadang Sastrodiwiryo dan Kepala Dinas Perpustakaan Pamekasan H. Budi Ashari. Sementara Kepala Perpustakaan Bung Karno Janti Suksmarini yang didampingi Kabid Layanan Informasi dan  Kerjasama  Agus Sutoyo dalam sambutannya mengatakan bahwa penyelenggaraan Internalisasi Pemikiran Bung Karno di tahun 2020 ini ada 5 daerah, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Belitong, Kabupaten Penajam Paser Kaltim, Kota Makassar, dan Kota Sorong Papua Barat, dan hari ini kita awali di Kabupaten Pamekasan Madura saat ini. “Harapannya dengan acara  internalisasi pemikiran Bung Karno dapat menambah wawasan pengetahuan masyarakat, utamanya tentang sejarah pemikiran Bung Karno yang melandasi tegak dan merdeka karena sebuah pemikiran matang dari Bung Karno,” ujarnya.

Sementara Wakil Bupati Raja’e mengatakan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekonologi tidak bisa kita lepaskan dari buku, kemajuan kebudayaan dan tingginya peradaban serta kecerdasan suatu bangsa tidak bisa kita lepaskan dari perjuangan pendiri Republik Indonesia yang juga proklamator Dr. Ir. H. Soekarno-Drs. H. Mohammad Hatta. Raja’e juga menyampaikan bahwa pemerintah bertanggungjawab atas keberlangsungan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat sekaligus proses dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan UU Nomor 43 Tahun 2007 dan PP Nomor 24 Tahun 2014 Tentang Perpustakaan. Hal ini penting dikemukakan, adapun pengembangan perpustakaan, ungkap Raja’e, dilakukan  berdasarkan karakteristik, fungsi dan tujuan serta dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi serta berkesinambungan. “Perpustakaan di masa lalu identik dengan tempat baca dan pinjam buku saja, koleksi bukunya terbatas dan tidak kompeten didalam tugasnya sehingga menjadi faktor dalam memperlambat minat baca masyarakat yang pada gilirannya akan memperlambat proses pembangunan di Kabupaten Pamekasan,” tandasnya.

Lebih lanjut Raja’e mengungkapkan untuk mengatasi semua hal itu perlu kiranya sebuah perpustakaan modern dengan buku-buku koleksi yang baik dan sesuai dengan kebiutuhan perkembangan masyarakat demi mewujudkan Pamekasan yang hebat, rajjeh, bejjreh tor perjugheh. “Alhamdulillah, seiring perjalanan waktu kini Perpustakaan Pamekasan telah bertransformasi dalam memberikan pelayanan dan mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui program perpustakaan berbasis inklusi sosial yang berselaras dengan program Perpustakaan Nasional RI,” katanya. 

Penanggungjawab kegiatan Internalisasi Pemikiran Bung Karno Agus Sutoyo mengatakan tujuan dari internalisasi ini untuk mengajak masyarakat Pamekasan untuk menggali dan mengenal kembali sejarah pemikiran proklamator Bung Karno yang banyak menginspirasi masyarakat Indonesia dalam menjaga keutuhan bangsa, nasionalisme dan pengamalan Pancasila dalam konsep yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Bung Karno sebagai proklamator kemerdekaan dan presiden pertama Indonesia adalah figur yang sangat cerdas yang dapat menjaga atmosfer akademik dengan baik. Di samping sebagai seorang pejuang, ujar Kabid Layanan itu, ia bersama para pahlawan yang lain juga sangat berjasa mengantar bangsa Indonesia bebas dari kungkungan imperialisme penjajah Belanda. Kecerdasan Bung Karno dapat menjadi sumber teladan sebagai inspirasi pengembangan peradaban bangsa. “Buku-buku yang ia tulis sangat fenomenal dan menjadi bukti sejarah bahwa ia berhasil melakukan keseimbangan sebagai seorang tokoh bangsa yang cerdas, berwibawa dan pahlawan kemerdekaan Indonesia. Coba saja simak buku berjudul Indonesia Menggugat, Di Bawah Bendera Revolusi, Sarinah, dan Bung Karno dan Pancasila, semua pemikirannya sangat visioner,” ungkapnya. Agus Sutoyo yang menjadi moderator dalam acara ini mengajak para peserta menggali kembali pemikiran-pemikiran Bung Karno, khususnya generasi milenial terhadap ideologi Pancasila, nasioanalisme, dan sebagai untuk membangun peradaban bangsa yang maju dan modern. Peserta yang bertanya juga mendapatkan cinderamata dari Perpustakaan Bung Karno. Salam literasi. MERDEKA..!!  

Reporter/Fotografer: Ardha Brian Karisma